Anda ingin diperhatikan orang?
Anda ingin punya banyak teman?
Anda ingin cepat terkenal?
Anda ingin banyak teman curhat?
Anda stress karena tulisan anda tak pernah dimuat di media?
Anda ingin layaknya membaca semua buku di toko buku?
Anda ingin cepat pintar dan banyak wawasan?
Atau anda ingin punya penghasilan tanpa harus kerja keras banting tulang?
Dan sayangnya anda adalah orang biasa. Dalam artian anda bukan seorang artis, anak atau saudaranya artis, punya kenalan artis. Atau anda bukan seorang pengusaha besar, anak atau saudaranya pengusaha besar, atau punya kenalan pengusaha besar. Anda bukan seorang redaktur sebuah media, atau menantunya redaktur, atau jadi istri simpanan redaktur, atau saudaranya redaktur.Intinya, anda adalah orang yang sangat biasa sekali.
Dan yang paling celaka lagi adalah:
ANDA SAMA SEKALI TIDAK BERNIAT NGEBLOG Maka, saran saya: Silakan anda
BUNUH DIRI saja.
Betapa tidak?
Ngeblog adalah sebuah pilihan jitu untuk menjawab semua pertanyaan di atas.
Bagi sebagian orang, blog adalah rumah. Di tempat itu mereka menyimpan sesuatu yang menurutnya penting buatnya. Tak peduli penting buat orang lain atau tidak. Dia cantumkan banyak artikel dan link. Dengan harapan, jika sewaktu-waktu memerlukan tak perlu repot-repot blog walking ataupun googling.
Sebagian orang lagi, blog tak ubahnya sebuah diary. Ia tulisan semua kejadian sehari-hari yang menimpanya. Diajadikanlah tempat curhat, pamer dan segala macam bentuk perbuatan yang tak bisa ia lakukan di dunia nyata secara terang-terangan. (dengan catatan semua in=dentitasnya dirahasiakan)
Sebagian yang lain menganggap blog adalah Galery, atau
Kumpulan puisi, atau
Kumpulan cerpen. Sangat jelas mereka memamerkan
foto-foto,
puisi,
cerpen bahkan novel dan berharap ada orang yang tertarik, sekedar mampir atau memuji-muji.
Yang lain lagi merasa bahwa blog adalah kail untuk melempar cacing-cacingnya agar dilahap ikan-ikan. (tak perlu saya jelaskan :) )
Yang akademis menganggap bahwa blog adalah ruang kuliah tanpa AC dan LCD Proyektor. Ia taruh materi-materi dan ia biarkan mahasiswa mempelajarinya. Tempat tanya jawab, atau sekedar merayu dosen. (sok perhatianlah, biar nilai jadi harum)
Yang baik hati memperlakukan blog sebagai sarana tranfer ilmu.
Teknologi, kehidupan, filsafat, dal lainnya.Ia belajar sungguh-sungguh dan menulis artikel di blog tentang ini itu kemudian muncul pertanyaan ini itu pula. Puaslah para penanya dan puja-pujalah ia.
Yang penuh stategi dan berjiwa bisnis tentu saja memanfaatkan kecanggihan dunia maya ini untuk meraup keuntungan yang sebesar-besarnya dalam bentuk uang. Bayangkan oleh anda, bahwa blogger komersil tersebut sedang di dekat anda sekarang. Katakanlah sedang mengobrol sambil minum kopi dengan anda. Nah, ketika anda berdua bersama-sama membayar kopi, yang terjadi adalah
ANDA KEHILANGAN WAKTU DAN UANG. Sedangkan dia tidak terpengaruh waktu. Dan hebatnya lagi uang untuk membeli kopi itu mungkin sudah didapat kembali sejak tegukan pertamanya. Ya, ia punya mesin penghasil uang di dunia maya tanpa harus ia awasi tiap detiknya.
(yang terkhir ini terkesan lebay memang, tapi ini memang konsep marketing)
JADI, SUDAH BERUBAH PIKIRANKAH ANDA?
Dan sesungguhnya saya sedang berpikir, akan lebih bagus jika para facebooker ataupun twitter yang gemar update status menulisnya dalam blog. Jadi tak sekedar cepat datang, cepat dikoment, dan cepat hilang.
Mungkin begitu.